Sabtu, 28 Agustus 2010

CIUMAN SEORANG ANAK

Ada sebuah kisah seorang anak kecil bernama Cindy. Ayah Cindy bekerja 6 hari dalam seminggu dan sering kali ayahnya  terlihat sangat lelah setelah pulang dari kantor. Sementara Ibunya juga bekerja sama kerasnya di rumah, mulai dari mengurus keluarga mereka, memasak, mencuci dan mengerjakan banyak tugas rumah tangga lainnya. Mereka adalah sebuah keluarga baik-baik dan hidup merekapun nyaman. Hanya ada satu kekurangan di dalam kehidupan keluarga mereka tetapi Cindy belum menyadarinya.
Suatu hari, ketika Cindy berusia sembilan tahun, saat Cindy sedang liburan sekolah, ia menginap di rumah saudaranya yang bernama Debie untuk pertama kalinya. Ketika waktu tidur tiba, Ibu Debie mengantar kedua anak itu ke kamar Debie dan memberikan ciuman selamat malam pada mereka berdua. "Ibu sayang padamu,"Kata ibu Debie. "Aku juga sayang Ibu", ujar Debie. Cindy sangat heran melihat kejadian tersebut, hingga malam itu ia tidak dapat untuk tidur. Selama ini tidak pernah ada yang memberikan ciuman atau ucapan sayang kepadanya. Sepanjang malam ia hanya berbaring sambil berpikir, alangkah indahnya jika Ayah dan Ibunya melakukan hal tersebut kepadanya.



Saat malam tiba menjelang tidur, ia mendatangi orang tuanya. "Selamat malam", katanya. Ayahnya yang sedang membaca koran menoleh kepadanya, "Selamat malam", sahut Ayahnya. Dan Ibunya langsung meletakkan jahitannya dan tersenyum. "Selamat malam Cindy". Ayah dan Ibunya tidak ada satupun yang beranjak dari tempatnya. Akhirmya Cindy tidak tahan lagi dan dengan lantang ia mengatakan, " Kenapa Ayah dan Ibu tidak pernah menciumku ? ", "Tidak pernah mengatakan sayang kepadaku?". Ayah dan Ibunya tampak kaget dan bingung dengan perkataan cindy. Akhirnya dengan katanya yang terbata-bata Ibunyapun berusaha menjawab. "Maafkan Ibu Cindy, sejak Ibumu masih kecil Ibu juga belum pernah merasakan ciuman dan ucapan sayang dari orang tua Ibu dahulu".

Cindy langsung berlari ke kamarnya dan menangis samapi ia tertidur. Selama berhari-hari ia merasa marah. Akhirnya ia memutuskan untuk kabur dan akan pergi kerumah Debie untuk tinggal bersama mereka. Ia tidak akan pernah kembali kepada orangtuanya yang tidak pernah menyayanginya. Keesokan harinya ia segera mengemasi ranselnya dan pergi diam-diam. Tapi begitu tiba di rumah Debie, ia tidak berani masuk. Ia merasa pasti tidak ada oarang yang akan mempercayai cerita dan alasannya pergi dari rumah, ia pasti tidak diizinkan untuk tinggal bersama orang tua Debie. Akhirnya ia membatalkan rencananya dan kembali pergi.

Segalanya terasa hampa dan tidak menyenangkan. Ia merasa takkan pernah memiliki keluarga seperti keluarganya Debie. Ia merasa terjebak selamanya bersama orangtua yang paling buruk dan tidak memiliki rasa kasih sayang kepadanya.

Cindy tidak langsung pulang, tapi ia pergi ke taman dekat rumahnya duduk di sebuah bangku taman. Ia sambil berpikir, hingga haripun mulai senja. Sekonyong-konyong ia mendapat sebuah gagasan. Ia yakin rencananya pasti berhasil dan ia akan berusaha untuk membuatnya berhasil. Akhirnya ia putuskan untuk kembali ke rumahnya.

Ketika ia masuk ke dalam rumahnya, ayahnya sedang menelepon, dan Ayah langsung menutup teleponnya, Ibunyapun segera beranjak dari duduknya ketika mengetahui Cindy telah kembali ke rumah. Dengan ekspresi kecemasan, Ibunya langsung berseru, "Dari mana saja kamu Cindy ?, Ayah dan Ibu cemas sekali !".

Cindy tidak menjawab pertanyaan Ibunya, melainkan menghampiri Ibunya dan memberikan ciuman hangat di pipi Ibunya sambil berkata, "Maafkan aku Ibu, Cindy sayang pada Ibu". Ibunya sangat terperanjat, hingga tak mampu berucap. Lalu Cindy menghampiri Ayahnya dan memeluknya sambil berkata, "Selamat malam ayah, Aku sayang pada Ayah". Lalu ia pergi ke kamarnya dan tertidur. Sementara Ayah dan Ibunya hanya diam terpaku menyaksikan tingkah lembut buah hatinya.



Hari berganti hari dan Minggupun berganti Minggu, itulah yang selalu Cindy lakukan kepada Ayah dan ibunya. Kadang-kadang orang tuanya merasa kaku dan canggung bahkan tertawa terhadap apa yang dilakukan Cindy kepadanya, tetapi mereka tidak pernah membalas ciuman hangat Cindy. Namun Cindy tidak pernah putus asa karena ia merasa telah membuat sebuah rencana besar dan berusaha menjalaninya dengan konsisten.

Lalu pada suatu malam dikarenakan Cindy terlalu lelah setelah mengikuti kegiatan di sekolahnya, ia lupa untuk mencium Ibu dan Ayahnyadan Cindypun bersiap-siap untuk tidur di kamarnya. Tidak lama kemudian pintu kamarnya terbuka ternyata Ibunya masuk ke kamarnya, dan berkata, "Mana ciuman untuk Ibu ?" Tanya Ibunya pura-pura marah. Kemudian Cindy bangkit dari tidurnya dan duduk tegak di samping Ibunya, "Oh, aku lupa", sahutnya, lalu Cindy mencium Ibunya. "Aku sayang padamu Bu", kemudian ia berbaring kembali. "Selamat malam", katanya, lalu Cindy memejamkan matanya. Tapi Ibunya tidak segera pergi dari kamarnya. Dengan sangat terharu Ibunya memandangi wajah cantik putrinya yang begitu  lugu dan tulus memberikan kasih sayang kepadanya. Akhirnya Ibunya mengatakan, "Ibu juga sayang kamu Cindy". Setelah itu Ibunya membungkuk dan mengecup pipi Cindy. "Jangan pernah lupa menciumku lagi Ibu", katanya dengan nada yang dibuat tegas. Cindy tertawa. "Baiklah", kata Ibunya, dan sejak saat itu Ibunya memang tidak pernah lupa memberikan ciuman hangat dan ucapan sayang kepada buah hatinya.

Tujuh belas tahun  sudah kejadian manis itu berlalu, kini Cindy telah memiliki putri sendiri, dan ia selalu memberikan ciuman hangat pada bayi itu sebagai tanda ia sangat menyayangi buah hatinya. Iapun selalu berusaha menjaga dan memberikan yang terbaik kepada buah hatinya agar kelak menjadi orang yang selalu menyayangi sesama dan menjadi  orang tua yang juga mencintai dan menyayangi anak-anaknya seperti yang ia lakukan saat ini kepada putrinya. 

Renungan :


  • Bila kita ingin mengubah sesuatu dalam kehidupan kita sehari-hari dan ingin agar orang lain melakukannya kepada diri kita sendiri, lakukanlah dan mulailah dari diri kita sendiri. Dan jangan pernah putus asa.
  • Hargailah apa yang kita miliki, terutama kepada orang-orang yang kita cintai, hargai pula waktu yang kita miliki. berikanlah waktu kita untuk anak, keluarga dan orang-orang yang kita cintai, walaupun hanya sesaat namun berarti untuknya dan dapat membuatnya bahagia. 




 












 
 





 
















 

 







 









Sabtu, 21 Agustus 2010

Kisah Ibu Bermata Satu


Alkisah seorang Ibu Bermata Satu yang Memiliki Seorang Anak laki-laki.
Ketika anak laki-lakinya pergi sekolah SD, si ibu datang ke sekolah untuk melihat anaknya. Tapi apa yang terjadi, si anak laki-lakinya jadi malu karena diolok-olok oleh teman-teman, karena dia mempunya ibu bermata satu. Sesampai di rumah si ibu dimarahin oleh si anak. Sejak itu si ibu tidak dibolehkan ketemu orang-orang lain agar si anak tidak malu.

Setelah anaknya dewasa, si anak telah bekerja dan sukses, dan sudah berkeluarga dan mempunyai istri yang cantik serta memiliki seorang anak yang lucu. Si ibu rindu sekali ingin bertemu dengan anak dan cucunya. Sesampai di depan pintu rumah anak laki-lakinya, dia diusir oleh anaknya sendiri, seraya berkata, " untuk apa kamu datang kesini orang tua bermata satu, kamu telah menakutkan anak-anakku, kata si anak". Akhirnya, si ibu pulang dengan bersedih hati. Dia akhirnya hanya melihat cucu2nya di depan pagar, lalu si Ibupun pergi pulang.

Sekian lama waktu berlalu, si ibu akhirnya sakit dan sepertinya tidak akan lama lagi umurnya. Dia memberi tahukan berita ini kepada anak laki-lakinya itu, bahwasanya dia sedang sakit parah. Tapi, anak lakinya tersebut tetap tidak mau bertemu ibunya dan pada akhirnya Sang Ibu menemui ajal dalam kesendiriannya.

Selang beberapa waktu, si istri dari si anak laki-laki bertanya kepada suaminya, " mengapa kamu tidak datang ke rumah ibumu?".
Dia menjawab, " saya sedang sibuk". Tapi akhirnya, dia terus dibujuk oleh istrinya, agar pergi ke rumah ibunya tersebut sekali saja karena ibunya sudah tiada.

Akhirnya si anak laki-laki tersebut pergilah ke rumah almarhum ibunya, dia masuk ke rumah yang telah lama dia tinggalkan, dan saat dia masuk kedalam rumah ada secarik kertas yang ditinggalkan oleh ibunya.    Si anak meraih surat tersebut yang ternya tulisan ibunya, segera ia membaca isi surat itu, "Anakku, aku sangat bahagia melihatmu dari kecil sampai dewasa dan kini kau telah menjadi orang sukses seperti saat  ini. Ketahuilah nak, bahwasanya saat kamu dilahirkan kamu hanya memiliki mata satu sementara satu mata lainnya buta, Ibu tidak ingin melihat kamu sedih saat besar nanti karena kamu hanya memiliki satu mata yang normal, sehingga ibu telah merelakan salah satu mata ibu untuk diberikan kepadamu, agar kamu tidak malu dan bisa hidup bahagia nantinya".

Setelah selesai membaca surat terakhir dari Ibunya, anak laki-laki tersebutpun menangis sejadi-jadinya, menyesal karena telah menelantarkan Ibunya saat masih hidup. Dia terbayang akan betapa besar dosa yang telah dilakukannya selama ini terhadap Ibunya. Entah dengan cara apa dia harus memohon ampun, karena kini Ibunya telah tiada.


Semenjak itu anak laki-laki yang semula perkasa, gagah, tampan dan berwibawa, menjadi sesosok orang yang pemurung, dan berdiam diri di kamarnya, istri dan anak-anaknya semakin sedih melihat prilaku ayahnya saat ini, berbagai upaya telah dilakukannya untuk menyembuhkan tetapi tetap sia-sia. Semakin hari anak laki-laki tersebut bertambah lemah, bahkan setiap kali dia melihat seorang ibu,  dia menagis, meratap dan meratap memohon ampun, seolah-olah dia melihat sesosok ibunya.

"Maafkan aku ibu, ampuni aku ibu, marahlah padaku..., sungguh kini aku bangga memiliki ibu sepertimu".

Senin, 26 Juli 2010

Affiliate

Program Affiliate Mahkotadewa Indonesia merupakan salah satu program kerjasama pemasaran dari PT Mahkotadewa Indonesia. Dengan bergabung menjadi peserta program affiliate Mahkotadewa Indonesia, Anda akan mendapatkan link affiliate berupa teks maupun gambar yang dapat anda taruh dalam blog , website , status facebook , status twitter dan bahkan email. Jika ada orang lain yang meng-klik link affiliate Anda dan melakukan transaksi pembelian produk herbal pada toko online kami maka Anda akan mendapatkan komisi penjualan sebesar 8 % .

Keuntungan Program Affiliate Mahkotadewa Indonesia :

  1. Pendaftaran yang mudah dan tidak dipungut biaya, bahkan Anda akan langsung mendapatkan uang sebesar Rp. 10.000,-.
  2. Komisi penjualan sebesar 8%.
  3. Cara kerja yang mudah dan bisa dipantau sendiri.
  4. Pembayaran komisi langsung ke rekening Paypal atau rekening Bank Anda.

Cara kerja :

  1. Silahkan lakukan pendaftaran DISINI.
  2. Login ke halaman affiliate dan dapatkan kode yang bisa ditaruh pada blog atau website yang Anda miliki (kode tersebut akan menampilkan Teks atau Gambar). Kami juga akan memberikan Link Affiliate pendek yang bisa ditambahkan pada status facebook , twitter atau bahkan email (link akan diberikan melalui Email).
  3. Ada orang yang meng-klik link affiliate Anda , masuk ke toko online Kami dan melakukan pembelian.
  4. Transaksi selesai dan Kami akan menambahkan komisi pada account affiliate Anda.
  5. Transfer komisi ke rekening Paypal atau Bank akan kami berikan setiap tanggal 15 bulan berikutnya.

Link :

Minggu, 25 Juli 2010

Flora & Fauna Expo 2010

Sebenarnya sudah 2 tahun belakangan ini kami sekeluarga mengunjungi Flora & Fauna Expo yang rutin di adakan setiap tahun di lapangan Banteng Jakarta. bahkan tahun ini sudah 2x kami pergi kesana.
Hari Minggu ini kebetulan sekali kami sekeluarga terbagun pagi dan bingung akan pergi kemana secara saat ini sedang tanggal tua, pastinya tempat yang kami tuju untuk refreshing di hari Minggu ini harus murah meriah.
Akhirnya kami putuskan mengunjungi kembali Flora & Fauna Expo sambil berjoging ria bersama suami dan anaku tercinta.
Bagi keluarga atau ibu beserta keluarga yang ingin berefreshing ria bersama keluarga gratis, buruan deh ke Flora dan Fauna Expo di lapangan banteng dekat Monas, karena expo akan ditutup tanggal 01 Agustus 2010.
Di sana kita dapat melihat pepohonan dan bunga hias serta hewan peliharaan termasuk reptil yang dijual bebas dengan harga yang terjangkau. Bagi yang ingin melihat-lihat atau sekedar joging atau mengabadikan moment dengan photo, di sana juga menampilkan suasana yang asri dan fresh.
Bagi ibu dan wanita kita harus dapat menyeimbangkan kehidupan keluarga dengan selalu menjalin kebersamaan dan keceriaan di setiap waktu luang dengan menikmati suasana indah, santai tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.
Karena bagi saya uang bukan jalan satu-satunya untuk menciptakan kebahagian, keceriaan dan kebersamaan keluarga.
Salam bahagia untuk blogerku, "Dunia Perempuan adalah Dunia Keindahan".